Sesuatu yang tertunda

Setiap kejadian yang terjadi pada diri kita, keluarga dan orang-orang sekitar kita tentunya sudah diatur oleh Sang Maha Pencipta. Namun tidak mudah bagi kita untuk mengartikan segala sesuatu yang terjadi tersebut. Itulah yang sering membuat kita tetap berpegang teguh pada kuasanya atau kehilangan rasa percaya akan nikmat yang masih tersembunyi yang telah dituliskan dibukuNya. Saya menganggap bahwa semua itu adalah ujian apakah kita akan bersabar dan terus beribadah dan berdoa jika ada permohonan yang tidak dikabulkan dan apakah kita akan tetap menjaga diri dari keangkuhan jika Dia memberikan apa yang kita inginkan itu. Semua makna kehidupan itu pasti ada, namun apakah kita dapat menyadarinya atau tidak. Saat saya tingkat empat, saya mempunyai target untuk lulus pada 16 juli 2011. Saya ingin sekali mendapatkan gelar sarjana itu untuk saya persembahkan pada kedua orangtua saya. Dari target itulah saya membuat to do list dalam pengerjaan skripsi dan berusaha keras mengerjakannya sesuai timeline yang telah dibuat. Di awal perjalanan semua itu berjalan lancar, namun disaat H-1 bulan seminar semua rencana menjadi berantakan. Data yang digunakan kurang, masalah perizinan lembaga, masalah antara dosen dan dokter pembimbing, semuanya menjadi kacau. Itulah yang membuat saya sempat depresi dan mengurung diri dari teman-teman. Pada saat yang sama teman-teman sedang belajar mempersiapkan seminar dan sidang. Seminar dan sidang pun berlalu, teman-teman pun segera mempersiapkan hari wisuda. Mulai dari toga, tanda tangan ijazah, kebaya dll. Dan apa yang terjadi pada saya? Saya tetap berada dalam kesedihan. Hari wisuda pun tiba dan dengan berat hati saya tetap menguatkan diri untuk datang dan bertugas di hari wisuda teman-teman. Tidak seperti biasanya, di malam menuju hari wisuda itu saya tidak bisa tidur dengan nyenyak dan pada pukul 4 pagi kami sekeluarga dikabari bahwa kakek (ayah dari ibu) baru saja meninggal. Hal itu membuat saya sangat sedih dan saya pun tersadarkan oleh semua kejadian aneh yang terjadi belakangan ini. Dia telah menentukan segalanya, Dia telah menggariskan qada serta qadar di buku SuciNya. Di hari tersebut, Dia mengungkapkan segalanya. Kenapa saya tidak diizinkan untuk lulus wisuda Juli, itu karena Dia tidak menghendakinya, ya, saya belum mendapat restu untuk lulus di waktu tersebut. Karena saya bermimpi untuk memberikan kelulusan itu sebagai hadiah untuk orang tua tercinta maka Dia pun menyusun rencana yang lebih indah agar saya bisa memberikan hadiah itu di waktu yang tepat yang mana mereka dapat menyaksikan kegembiraan yang saya rasakan. Jadi itulah yang saya maknai akan arti sesuatu yang tertunda. Bukan karena Dia membencimu sehingga tidak mengabulkan permohonanmu, tapi karena Dia sangat mencintaimu sehingga Dia mengatur segala yang terbaik untukmu sehingga kita bisa tersenyum bahagia untuk kita persembahkan kepada orang-orang yag kita cintai. Teruslah bermimpi serta berdoa karena Dia adalah yang paling setia mendengarkanmu dan tidak lupa selalu disertai usaha kerasmu.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: