Sales online officer

Sejak dulu, saya mempunyai paradigma yang kurang baik tentang sales. Saya berpikir bahwa sales adalah pekerjaan orang-orang yang ngga punya kerjaan. Mendatangi rumah-rumah dan menawarkan barang dengan cara super persuasif. Dari hal tersebut saya merasa terganggu karena jika saya mempersilahkan dia berbicara maka akan sulit menghentikannya mempromosikan barang yang dibawanya tapi karena saya sanguin plegmatis, saya sering tidak tega untuk ‘mengusir’nya pergi. Tapi akhirnya saya tetap mengambil jalan keluar dengan menolak tentunya dengan cara sopan tanpa menyinggung perasaannya.

Saat kuliah di farmasi, kami diberitahu bahwa sales di farmasi ada juga pekerjaan sebagai sales, namanya medrep atau medical representative yang bekerja memperkenalkan produk baik itu barang maupun jasa kepada konsumen, apakah dokter, perawat maupun pasien. Setiap perusahaan farmasi pasti memiliki pasukan medrep ini karena mereka lah yang mengenalkan produk perusahaan kepada konsumen dengan cara langsung berinteraksi dengan mereka.

Lalu saya berpikir kenapa sales atau medrep begitu penting? Setiap ada job vacancy, posisi tersebut selalu dibuka. Akhirnya untuk merasakan bagaimana menjadi seorang sales, saya pun memberanikan diri mengikuti kerja paruh waktu selama dua minggu di perusahaan yang didirikan oleh kakak farmasi angkatan 2002 sebagai sales online officer. Di sana saya ditemani tiga teman seangkatan dan kami menyebutnya sebagai tim ninja karena kami bekerja tidak menampakkan muka tapi tetap menghasilkan suatu produk yaitu jasa. Di sana kami bekerja secara professional, kami dibayar sesuai ketentuan yang tertulis di atas kertas kontrak. Jasa apa yang kami berikan? Jasa memberikan informasi  dari klien kepada si penerima pesan via telepon . Kami menginformasikan semua hal yang ingin disampaikan klien kepada ±4000 penerima pesan. Karena kami berempat, maka kami membagi per orang sebanyak  ±1000 penerima pesan dan karena kami bekerja di balik layar maka kami menyebutnya tim ninja. Meskipun kami dipertemukan dengan penerima pesan secara tidak langsung, tapi berkat adanya media telekomunikasi (red:handphone) ini kami dapat berinteraksi dengan banyak orang.

Saat menelepon, banyak kejadian terjadi diluar dugaan. Ada yang langsung me-cancel panggilan, ada yang tidak ingin diganggu, ada yang ingin ditelpon balik, ada yang terganggu karena meeting(untuk ini kami minta maaf), ada yang sangat antusias, ada yang menjawab dengan ketakutan, ada yang menjawab ya ya ya, atau tidak tidak terima kasih, ada yang menelpon balik, ada yang salah sambung, nomor tidak aktif, ada yang menakut-nakuti kami, ada yang memarahi kami, ada juga yang memberikan kami masukan, serta tidak sedikit dari mereka yang menghargai kami dengan tetap mendengarkan kami memberikan pesan, namun tidak sedikit pula orang  mencemooh kami. Semua itu terjadi secara spontan karena kami yang menelpon berada di tempat yang berbeda dengan si penerima pesan sehingga tidak mengherankan jika respon dari mereka pun bermacam-macam karena tentunya posisi kami adalah sebagai orang asing.

Dari perngalaman tersebut saya jadi lebih mengerti dan memahami bagaimana perasaan dan pikiran orang-orang yang bekerja sebagai sales, call center, maupun jenis pekerjaan lainnya yang serupa. Bagaimana capeknya melakukan pekerjaan tersebut, perasaan bete jika ada orang yang tidak bisa menghargai apa yang kami lakukan, merasa senang jika ada orang yang begitu antusias dengan apa yang kami sampaikan, juga pusing karena  ±9 jam melihat layar laptop dan telinga panas oleh radiasi yang dipancarkannya.

Dulu saya menolak kedatangan sales bukan karena saya tidak menghargai pekerjaannya, tapi karena saya memang tidak tertarik dengan produk yang ditawarkan. Saya sangat menghargai sekecil apa pun itu usaha yang dilakukan oleh setiap seorang. Dan dari pengalaman saya menjadi sales online officer itu saya jadi tersadar dan lebih lebih lebih menghargai lagi usaha, karya, kontribusi dari setiap orang karena itu sangat nyata demi tercapainya cita-cita yang diharapkannya maupun orang lain. Saya bersyukur dilibatkan dengan tim ninja ini, karena merupakan pengalaman berharga yang mana mengenalkan saya dengan organisasi almamater saya, IA-ITB, mengenalkan saya dengan dunia dan atmosfer bekerja yang penuh dengan intrik persaingan, etos kerja, kejujuran, keterbukaan, solidaritas, keinginan berkolaborasi dll.

Terima kasih,

Ini semua menjadi pelajaran, pengalaman, pengetahuan yang melatih saya untuk memiliki jiwa mandiri dan profesional.  Semoga cita-cita saya untuk menjadi seorang farmasis yang baik di masa depan dapat tercapai pula, amiin :]

  1. slam kenal.sukses selalu

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: