Pengelolaan lingkungan sebagai usaha dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat

Kesehatan adalah keadaan seorang individu atau kelompok dapat merealisasikan aspirasinya dengan kebutuhan yang layak dan dapat melakukan perubahan/mengatasi kesukaran dari lingkungan. Kesehatan merupakan suatu sumber daya yang penting dalam kehidupan sehari-hari, bukan objek kehidupan tapi merupakan suatu konsep positif yang mengutamakan sumber daya personal dan sosial.

Menurut Notoadmodjo, masalah kesehatan adalah suatu masalah yang sangat komplek dan saling berkaitan dengan masalah-masalah lain di luar kesehatan itu sendiri (Blum, 1997). Oleh karena itu, untuk menyelesaikan permasalahan tersebut perlu meneliti berbagai aspek yang mempengaruhi kesehatan tersebut.

Secara garis besar faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan berdasarkan urutan besarnya atau pengaruh terhadap kesehatan yaitu lingkungan yang mencakup fisik alamiah dari lingkungan seperti iklim, keadaan tanah, dan topografi berhubungan langsung dengan kesehatan sebagaimana halnya interaksi ekonomi, dan budaya; perilaku perorangan dan kebiasaan yang mengabaikan higienisitas; pelayanan kesehatan masyarakat yang dilaksanakan oleh unit pelayanan kesehatan dan pembinaan kesehatan lingkungan; dan keturunan atau pengaruh faktor genetik yang merupakan sifat alami di dalam diri seseorang yang dianggap sebagai pengaruh primer sebagai penyebab timbulnya penyakit (Blum, 1997).

Salah satu penyakit yang prevalensi kejadiannya masih tinggi di negara berkembang seperti Indonesia adalah penyakit cacingan. Penyakit cacingan dengan jumlah prevalensi tertinggi ditemukan di daerah pinggiran atau pedesaan di mana sebagian besar masyarakat masih hidup dalam kekurangan (Hotes, 2003). Anak-anak paling sering terserang penyakit cacingan karena biasanya jari-jari tangan mereka dimasukkan ke dalam mulut, atau makan nasi tanpa mencuci tangan (Oswari, 1991). Adapun faktor lain yang mempengaruhi terjadinya kejadian cacingan yaitu kondisi sosial ekonomi yang rendah (Tshikuka, 1995).

Infeksi cacingan dapat menimbulkan kekurangan zat gizi berupa kalori, menyebabkan kekurangan protein, menyebabkan kehilangan darah, menghambat perkembangan fisik, menimbulkan anemia, menurunkan kecerdasan dan produktifitas kerja, juga berpengaruh besar terhadap penurunan ketahanan tubuh sehingga mudah terkena penyakit lainnya (Depkes R.I., 2006). Untuk itu diperlukan suatu usaha pencegahan penyakit cacingan yang dapat dilakukan dengan cara hati-hati jika akan memakan makanan mentah atau setengah matang terutama pada tempat-tempat dimana sanitasi masih kurang, masak bahan makanan sampai matang, selalu mencuci tangan setelah dari kamar mandi/WC, selalu mencuci tangan dengan sabun setelah beraktifitas dan sebelum memegang makanan, gunakan desinfektan setiap hari di tempat mandi dan tempat buang air besar.

Mengungkap tujuan kesehatan masyarakat untuk mencegah penyakit, memperpanjang harapan hidup dan meningkatkan kesehatan dan efisiensi masyarakat terdapat berbagai usaha yang dianggap penting agar dapat mencapai tujuan antara lain sanitasi lingkungan dan higiene perorangan yang merupakan ruang lingkup dari higiene sanitasi (Slamet, 2002). Higiene dan sanitasi lingkungan adalah pengawasan lingkungan fisik, biologis, dan ekonomi yang mempengaruhi kesehatan manusia, yang mana manfaat lingkungan yang berguna ditingkatkan dan diperbanyak sedangkan yang merugikan diperbaiki atau dihilangkan (Entjang, 2000). Higiene adalah usaha kesehatan masyarakat yang mempelajari pengaruh kondisi lingkungan terhadap kesehatan manusia, upaya mencegah timbulnya penyakit karena pengaruh lingkungan kesehatan serta membuat kondisi lingkungan sedemikian rupa sehingga terjamin pemeliharaan kesehatannya. Sedangkan sanitasi adalah usaha kesehatan masyarakat yang menitikberatkan pada pengawasan terhadap berbagai faktor lingkungan yang mempengaruhi derajat kesehatan manusia. Jadi lebih baik mengutamakan usaha pencegahan terhadap berbagai faktor lingkungan sedemikian rupa sehingga munculnya penyakit dapat dihindari (Budioro, 1997).

Kabupaten Bandung telah dinyatakan sebagai daerah endemis filariasis (kaki gajah). Filariasis adalah penyakit yang disebabkan oleh cacing filaria yang ditularkan oleh nyamuk dan menyerang sistem limfatik manusia. Di Kecamatan Margaasih, terdapat penderita kronis filariasis sebanyak tujuh orang dan dari 500 orang yang dijadikan sampel dalam pemeriksaan darah jari, tujuh orang dinyatakan positif memiliki cacing mikrofilaria di dalam darahnya (Dinkes Kab. Bandung, 2008).

Berdasarkan hasil observasi salah satu desa di Kecamatan Margaasih ditemukan bahwa di sekitar lingkungan tempat tinggal penduduk telah didirikan banyak pabrik, salah satunya adalah pabrik apis. Setiap pabrik yang tengah beroperasi menghasilkan suatu produk jadi untuk diambil manfaatnya oleh masyarakat, namun dihasilkan pula limbah yang dibuang ke lingkungan dalam berbagai bentuk baik padat, cair maupun gas. Dampak tersebut dapat terlihat dari perubahan warna sungai menjadi gelap dan berbau serta kepulan asap hitam yang dihasilkan cerobong asap pabrik sehingga mencemari udara sekitar. Wujud limbah ini mempunyai karakteristik dan tingkat bahaya/risiko yang berbeda, tergantung pada daya akumulatif dan kemampuannya menekan aspek kehidupan.

Limbah adalah sesuatu, baik dalam bentuk materi, makhluk hidup, energi maupun informasi yang berada di suatu sistem, di tempat, dan pada waktu yang tidak sesuai peruntukkannya. Ketidaksesuaian inilah yang menyebabkan limbah sebagai sumber masalah, yaitu sebagai cemaran, tidak ekonomis dan mengancam kehidupan.

Pencemaran lingkungan adalah suatu proses atau keadaan di mana komposisi dan keadaan lingkungan secara langsung atau tidak langsung mengalami perubahan akibat suatu aktivitas manusia, sehingga peruntukkannya menjadi berubah pula. Terjadinya pencemaran selalu diikuti dengan perubahan sifat kimia, fisika dan biologinya. Secara visual, terjadinya pencemaran dapat dilihat dengan adanya perubahan warna, bau atau kekeruhan yang akhirnya peruntukannya berubah pula.

Pencemaran akan menimbulkan dampak dan resiko terhadap kesehatan manusia secara langsung maupun tidak langsung dan dapat mengancam manusia melaui kecacatan, kesakitan dan kematian. Keseimbangan ekologi berupa organisme akuatik akan mengurai senyawa organik yang dibuang ke sungai dengan menggunakan oksigen terlarut. Kondisi ini akan mengakibatkan turunnya kadar oksigen terlarut. Begitu terjadi defisit oksigen terlarut, maka organisme yang membutuhkan oksigen akan mati. Hal inilah yang menyebabkan keseimbangan ekologi terganggu, kualitas bahan akan menurun akibat pencemaran ini, juga estetika/keindahan alam akan terganggu pula.

Pengelolaaan lingkungan merupakan upaya manusia yang terpadu dalam pemanfaatan, penataan, pemulihan, pengawasan, pengendalian dan pengembangan lingkungan hidup berasakan pelestarian yang serasi dan seimbang, berkesinambungan, bermanfaat dan kesejahteraan serta bertanggung jawab, salah satunya dengan cara menerapkan konsep industri berwawasan lingkungan yang memasukkan matra lingkungan dalam perencanaan, pembangunan, pelaksanaan dan pengembangan industri dengan mengendalikan, mengurangi dan menghilangkan dampak lingkungan yang negatif serta menggunakan dan melestarikan sumber daya secara optimal dan berkesinambungan.

  1. nice blog gan
    kalo berkenan mampir ke blog ane yuk sekalian tukeran link.

    salam,
    muslimshares
    http://muslimshares.wordpress.com

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: