Farmasi kilinik – part 1

Praktikum farmasi klinik kali ini bertujuan mengkaji resep di salah satu apotek kemudian mengevaluasi kelengkapan resep, ketepatan resep, indentitas obat yang diresepkan, informasi obat yang harus disampaikan kepada pasien dan memprediksi kemungkinan terjadinya DRP.

let’s learn! to be a good communicator and care giverπŸ™‚

soal:

Resep 1

#001xx

dr. UG

Bandung, 02 Desember 2009

R/ amoxillin

no.X

∫3dd1

R/ deconal

No.X

∫3dd1

R/ stimox

no.VI

∫2dd1

HA (19 tahun)

jawaban:

Kelengkapan Resep

No

Komponen Resep/ Pesanan Obat Bebas

Ada/Tidak

Keterangan

1

Nama Pasien

√

HA

2

Umur pasien

√

19 tahun

3

Nama dokter dan sip

√

dr. UG

4

Tanggal resep

√

02 Desember 2009

5

Superscription

√

R/

6

Inscription dan signa

√

Amoxillin No.X

3dd1

Deconal No.X

3dd1

Stimox No.VI

2dd1

7

Subscription

X

8

Tanda tangan dokter

X

Β 

Ketepatan resep

No

Komponen Resep

Penjelasan

Tepat/ Tidak Tepat

Keterangan

1

Nama pasien

Merupakan identitas resep yang penting terutama untuk menghindari jesalahan pemberian obat

Tepat

HA

2

Umur pasien

Penting untuk identifikasi pasien dan memastikan kesesuaian dosis obat yang diterima pasien (terutama pada pasien anak),data umur kemungkinan ada pada rekam medik (tidak dapat diakses bebas)

Tepat

19 tahun

3

Nama dokter dan sip

Untuk memastikan resep ditulis oleh dokter yang telah memiliki otoritas

Tepat

dr. UG

4

Tanggal resep

Sebagai informasi tanggal penulisan resep

Tepat

2 Desember 2009

5

Superscription

Penanda resep

Tepat

R/

6

Inscription dan signa

Memberi informasi obat, bentuk sediaan, serta kekuatan obat yang diresepkan serta aturan pakainya

Tepat

Amoxillin No.X

3dd1

Deconal No.X

3dd1

Stimox No.VI

2dd1

7

Subscription

Memberi informasi bentuk sediaan yang akan diracik (khusus untuk obat racikan)

Tepat (bukan obat racikan)

8

Tanda tangan dokter

Sebagai bukti bahwa resep benar-benar ditulis oleh dokter yang bersangkutan)

Identitas Obat

Amoxillin

  • Zat Aktif

Amoxicillin

  • Indikasi

infeksi saluran kemih, otitis media, sinusitis, infeksi pada mulut bronkitis, pneumonia, infeksi Haemophillus influenza, salmonellosis invasif; listerial meningitis. profilaksis endokarditis; terapi tambahan pada listerial meningitis , eradikasi Helicobacter pylori.

  • Mekanisme Kerja:

Menghambat sintesis dinding sel bakteri. menghambat hubungan silang antara rantai polimer linier peptidoglikan yang menyusun komponen utama dari dinding sel dari kedua Gram-positif dan Gram-negatif.

  • Kontra Indikasi

Hipersensitivitas penisilin

  • Efek Samping

Mual, muntah, diare; ruam (hentikan penggunaan), jarang terjadi kolitis karena antibiotik.

  • Interaksi obat

Tidak ada interaksi dengan obat lain yang diresepkan

  • Dosis dan Aturan Pakai

Dewasa : 250-500 mg setiap 8 jam setelah makan

Deconal

  • Zat Aktif

Parasetamol 500 mg, Fenilpropanolamin HCl 12,5 mg, Klorfeniramini Maleat 1 mg.

  • Indikasi

Meringankan gejala-gejala flu yang disertai dengan demam, hidung tersumbat, bersin-bersin, dan sakit kepala.

  • Mekanisme Kerja:

parasetamol mengurangi produksi prostaglandin (senyawa kimia pro-inflamasi); PPA bertindak melepaskan norepinefrin dan epinefrin. Klorfeniramini Maleat bertindak menghambat reuptake serotonin dan juga norepinefrin (noradrenalin).

  • Kontra Indikasi

Hipertiroidisme, hipertensi, penyakit koroner, penghambat mono amin oksidase (MAOI), penyakit ginjal.

  • Efek Samping

Mengantuk, pusing, mulut kering, serangan seperti epilepsi (pada dosis besar), ruam kulit.

  • Interaksi obat

Tidak memiliki interaksi secara bermakna dengan obat lain yang diresepkan.

  • Dosis dan Aturan Pakai

Dewasa : 3-4 kali sehari 2 tablet.

Stimox

  • Zat Aktif

1 kapsul mengandung Echinacea purpurea 300 mg, vit B1 0.5 mg, vit B6 0.5 mg, vit B12 1 mg, vit C 100 mg, nicotinamide 10 mg, colostrum bovine 50 mg, phyllanty herba 25 mg.

  • Indikasi

Sebagai imunomodulator dan sebagai ajuvan dalam infeksi virus dan bakteri.

  • Mekanisme Kerja:

Meningkatkan sistem imun tubuh dengan menstimulasi pembentukan antibodi serta menjadi antioksidan

  • Kontra Indikasi

Penyakit autoimun

  • Efek Samping

  • Interaksi obat

Tidak memiliki interaksi secara bermakna dengan obat lain yang diresepkan.

  • Dosis dan Aturan Pakai

Dewasa : sehari 1-2 kapsul.

Informasi Untuk Pasien

  • Amoxilin dikonsumsi hingga habis dan sebaiknya tepat waktu. Apabila ada dosis lupa diminum maka jangan menggandakan dosis. Apabila lupa mengonsumsi obat dari yang dijadwalkan dan hanya baru lewat 1-2 jam, segera konsumsi obat; namun apabila dosis terlewat dan sudah mendekati waktu minum selanjutnya dosis tersebut dilewat.
  • Deconal dan Stimox digunakan apabila diperlukan.
  • Deconal sebaiknya digunakan bersama dengan makanan untuk meningkatkan absorpsi.
  • Obat-obat ini dikonsumsi setelah makan.

Kemungkinan adanya DRP

Berdasarkan resep yang diberikan, dosis yang dituliskan dokter sudah tepat namun tidak diketahui apakah tepat dengan diagnosis pasiennya karena diagnosis tidak tercatat. Dari ketiga obat yang diberikan, tidak terdapat interaksi obat yang bermakna.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: